CALL US NOW 0812 2220 2751
DONASI SEKARANG
Islam dan Sains

Kesesuaian Antara Al Quran Dengan Sains Modern

Kebenaran ayat-ayat dalam Al Quran sudah diyakini oleh umat Islam sejak awal tanpa perlu membuktikannya, termasuk kalimat-kalimat tentang penciptaan langit dan bumi, kehidupan, penciptaan manusia, dan sebagainya. Fakta Ilmiah dalam Al Quran telah terbukti kebenarannya yang banyak ditemukan oleh para ilmuwan.

Para ulama sependapat, di antara sekian banyak mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad saw, yang terbesar adalah Alquran. Al Quran adalah kitab suci penyempurna kitab-kitab suci para nabi sebelumnya. Al quran bukan hanya petunjuk untuk mencapai kebahagiaan hidup bagi umat Muslim, tapi juga seluruh umat manusia.

Salah satu keajaiban Alquran, adalah terpelihara keasliannya dan tidak berubah sedikitpun sejak pertama kali diturunkan pada malam 17 Ramadan 14 abad yang lalu hingga kiamat nanti. Otentisitas Alquran sudah dijamin oleh Allah, seperti dalam firman-Nya :

Al-Hijr - 9

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Alquran, dan Sesungguhnya Kami pula yang benar-benar memeliharanya.”
(QS Al-Hijr: 9)

Bukti otentisitas ini adalah banyaknya penghafal Al Quran yang terus lahir ke dunia, dan pengkajian ilmiah terhadap ayat-ayatnya yang tak pernah berhenti. Kejaibannya, meski Alquran diturunkan 14 abad lalu, namun ayat-ayatnya banyak yang menjelaskan tentang masa depan dan bersifat ilmiah. Bahkan dengan kemajuan ilmu dan teknologi saat ini, banyak ayat-ayat Alquran yang terbukti kebenarannya. Para ilmuwan telah berhasil membuktikan kebenaran itu melalui sejumlah ekperimen penelitian ilmiah.

Berikut fakta ilmiah Kesesuaian Ayat-ayat Alquran dengan sains, di mana berbagai penemuan ilmiah saat ini ternyata sesuai dengan ayat-ayatnya.

Fakta Kesesuaian Al-Qur’an Dengan Sains

1. Al Quran dan Teori Big Bang 

Teori Big Bang

Dalam bidang astronomi, para ilmuan menjelaskan bagaimana jagat raya (alam semesta) tercipta. Dan para ilmuan menyebutnya dengan Big Bang. Mereka berkata bahwa pada awalnya alam semesta ini mulanya berasal dari satu nebula utama, lalu terjadilah ledakan besar (big bang) pada nebula yang kemudian dari ledakan tersebut menciptakan galaksi, bintang-bintang, planet-planet, matahari, bulan, dan bumi tempat kita hidup sekarang ini.

Teori ini pertama kali ditemukan oleh Abbe Georges Lemaitre, seorang kosmolog  pada tahun 1920-an.

Padahal, teori ini sudah disebutkan dalam Quran yang sudah ada sejak 1.400 tahun lalu. :O

Dalam Surat Al-Anbya Ayat ke 30 dijelaskan bahwa,

Al Anbya 30

Artinya:
“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS. Al-Anbiyaa’ : 30)

Teori Big Bang baru ditemukan pada tahun 1920 yang lalu, padahal sudah disebutkan dalam al quran yang sudah ada 1.400 tahun lalu.

2. Bumi Itu Bulat (oval, seperti telur burung unta)

Bumi Bulat

Sir Francis Drake adalah seorang pelaut kapal perang, navigator, pahlawan angkatan laut, politikus, dan insinyur sipil berkebangsaan Inggris pada masa Elizabethan. Ia adalah orang Inggris pertama yang mengelilingi bumi. Dia menemukan dan membuktikan bahwa bumi itu bulat.

Hal tersebut diketahui sekitar 450 tahun yang lalu, Padahal sudah disebutkan dalam al quran yang sudah ada 1.400 tahun lalu.

Dalam surat An-Nazi’at Ayat ke 30 dijelaskan bahwa,

an-naziat 30

Artinya:
“Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya”

Kata arab “Dahaha“, maknanya adalah “dihamparkan” dan makna lainnya dalam bahasa arab juga bisa berarti telur burung unta. Yang mana bentuk telur burung unta menyerupai bentuk geo-spherical bumi.

3. Garis Edar Tata Surya

Garis Edar Tata Surya

Sebelum ilmu astronomi berkembang, sebagian orang percaya matahari bergerak mengitari bumi, bukan sebaliknya. Barulah di saat astronom Nicholas Copernicus pada 1512 masehi mengungkapkan bahwa matahari menjadi pusat tata surya.

Kemudian pada 1609, seorang ilmuwan Jerman bernama Johannes Kepler juga mengungkapnya teorinya yang disebut Astronomia Nova. Dalam teorinya, planet-planet di tata surya tidak hanya berputar di garis edarnya, namun juga berputar pada porosnya. Dengan adanya teori tersebut memungkinkan banyak orang untuk mempelajari mekanisme tata surya yang sebenarnya.

Fakta sains diatas sejatinya telah ada dalam Alquran yang hadir sejak abad ke-7 M. Padahal, pada zaman itu manusia tidak memiliki teleskop ataupun teknologi canggih untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan kilometer, tidak pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Anbiya [21] ayat 33:

An Naziat 30

Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”

4. Siklus Air Kehidupan

suklus air

Apa yang kita pelajari saat di sekolah, bahwa air berevaporasi (evaporation) ke langit > membentuk awan > awan tersebut bergerak > dan jatuh dalam bentuk hujan.

Dalam al quran membicarakan tentang siklus air dengan sangat detail dalam banyak ayat, ayat-ayat yang membicarakan siklus air tersebut diantaranya yaitu:

  • Surah Luqman Ayat 31
  • Surat Ar-Rum Ayat 24
  • Surat Ar-Rum Ayat 48
  • Surah Al-Hijr Ayat 22
  • Surah Al-Mu’minun Ayat 18
  • Sutah An-Nur Ayat 43
  • Surat Al-A’raf Ayat 57

Dan masih banyak lagi ayat-ayat quran yang menjelaskan tentang siklus air di bumi.

5. Tanaman Punya Jenis Kelamin (beberapa)

jenis kelamin tanaman

Dalam bidang botani dijelaskan bahwa tanaman punya jenis kelamin, jantan dan betina. Listrik berpasangan, negatif dan positif.

Quran sudah menjelaskan tentang hal ini.

Surah Ar-Raad Ayat 3 : “Kami telah menciptakan buah berpasang-pasangan”.

Surah Ya-Sin Ayat 36:

yasin 36

“Allah telah menciptakan segala sesuatu berpasangan, baik yang kamu ketahui maupun yang tidak kamu ketahui.”

6. Sidik Jari

sidik jari

Setiap orang sudah pasti memiliki sidik jari yang berbeda-beda. Bahkan bagi dua orang yang kembar identik sekalipun, mereka memiliki ciri khas sidik jari yang tak sama.

Namun rupanya sidik jari baru ditemukan pada akhir abad ke-19. Sebelum itu, orang menganggap sidik jari sebagai lekukan biasa tanpa makna tertentu. Meski begitu, di dalam Alquran Allah telah menyebutkan sidik jari atau ujung jari yang tidak menarik perhatian orang-orang pada zaman tersebut.

Allah menyebutkan perihal sidik jari dalam surah Al-Qiyamah ayat 3-4. Dalam surah tersebut Allah berfirman,

Al-Qiyamah 3-4

“Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya. (Bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.”)

7. Rasa Sakit

teori rasa sakit

Dahulu para dokter mengira bahwa otaklah yang bertanggung jawab atas rasa sakit. Sekarang sudah diketahui bahwa ada reseptor tertentu dalam kulit yang disebut reseptor rasa sakit, yang juga bertanggung jawab atas rasa sakit itu. 

Disebutkan dalam Al Quran, Surah An-Nisa 56:

An-Nisa 56

“Orang orang yang kafir kepada ayat-ayat kami kelak akan kami masukan mereka kedalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang baru, supaya mereka merasakan azab.”

Kita lihat kembali diatas disebutkan bahwa “Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang baru, supaya mereka merasakan azab.“, Menandakan bahwa ada sesuatu dalam kulit yang bertanggung jawab atas rasa sakit yang disebut dokter sebagai reseptor rasa sakit.

Seorang profesor bernama Tagatat Tajasen begitu terpukau bahwa quran menyebutkan ini 1.400 tahun yang lalu, sehingga pada 9th Medical di Arab Saudi, Riyadh, di konferensi itu Profesor Tagatat Tajasen mengucapkan syahadat “lailahaillallah muhammadarrasulullah, tiada tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah”